Kompas.com/Alsadad Rudi. Bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion yang melayani pemberangkatan dari Lippo Cikarang di Bekasi

JAKARTA, KompasProperti – Kemudahan transportasi publik ditengarai menjadi pendorong kenaikan harga rumah, dan tanah.

Peningkatan harga itu bisa juga terjadi pada perumahan-perumahan yang nanti akan dilalui oleh bus-bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion, salah di antaranya adalah Summarecon Bekasi.

“Saya belum bisa prediksi (kenaikan harga) mengingat kondisi ekonomi dan juga industri properti sendiri yang sekarang belum pulih,” ucap Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi, kepada KompasProperti, Jumat (10/2/2017).

Berdasarkan informasi situs properti independen Brickz.id, harga rata-rata rumah di Summarecon Bekasi selama 12 bulan terakhir berada di angka Rp 2 miliar dengan rata-rata harga tanah per meter perseginya Rp 12,96 juta.

Kendati begitu, Adhi meyakini hal yang pasti terjadi dengan adanya “JR Connexion”, semakin memudahkan penghuni Summarecon Bekasi yang bekerja di Jakarta dalam mengakses transportasi.

“Karena itu, kami menyambut baik rencana ‘JR Connexion’, karena tujuannya kan mengurangi mobil yang ada di jalan raya sehingga dapat mengurangi kemacetan,” tambahnya.

Selain dilintasi “JR Connexion”, Summarecon Bekasi juga telah bekerja sama dengan Transjakarta dalam melayani rute Bekasi ke Jakarta dan sebaliknya.

“Kerja sama rute Summarecon Bekasi-Jakarta kami maksimalkan dengan membangun halte Transjakarta di samping Summarecon Bekasi. Bus ini juga melayani warga di Bekasi Utara,” jelas dia.

Senada dengan Adhi, Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Harun Hajadi mengaku tidak mengetahui berapa persen kenaikan harga yang terjadi dengan beroperasinya “JR Connexion” tersebut.

Kompas.com/Alsadad Rudi. Kondisi di dalam bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion yang melayani pemberangkatan dari Lippo Cikarang di Bekasi.

Menurut dia, “JR Connexion”, dan transportasi umum lainnya pasti mengatrol nilai properti karena membangun konektivitas ke tempat-tempat lain.
“Ujung-ujungnya, selain menambah nilai itu juga akan menambah demand sehingga akan mengakibatkan kenaikan harga,” ujarnya, Minggu (12/2/2017).

Proyek perumahan milik CTRA yang bakal disinggahi “JR Connexion” adalah Citra Indah Jonggol, CitraGran Cibubur, dan CitraRaya Tangerang.

Harun menerangkan, ketiga proyek tersebut bakal mengalami kenaikan berbeda lantaran menyasar segmen pasar yang berbeda pula.

Untuk saat ini, harga tanah di tiga proyek itu bervariasi mulai dari yang termurah Rp 2 juta hingga Rp 12 juta per meter persegi.

Rencananya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan bus-bus “JR Connexion” yang merupakan bus khusus warga perumahan di Bekasi, Bogor, Cibubur, Depok, Serpong, hingga Tangerang.

Layanan bus “JR Connexion” dijalankan oleh operator-operator bus di bawah pengawasan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Bus “JR Connexion” berangkat langsung dari dalam lokasi perumahan dan tidak akan ada titik-titik pemberhentian di sepanjang perjalanan.

Bus hanya berhenti di pusat kota, di antaranya di FX Senayan, Blok M, dan Sudirman. Adapun tarif yang dikenakan sekitar Rp 20.000-Rp 25.000 untuk sekali perjalanan.

Kepala BPTJ Elly Adrian Sinaga menerangkan, tarif dan fasilitas yang disediakan sudah mempertimbangkan masukan dari calon penumpang.

Menurut Elly, pangsa pasar “JR Connexion” adalah warga menengah ke atas yang selalu menggunakan mobil pribadi.

Kompas.com/Alsadad Rudi. Situasi di shelter bus Jabodetabek Residence (JR) Connexion yang melayani pemberangkatan dari Lippo Cikarang di Bekasi.

Karena itu, bus “JR Connexion” dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti koneksi internet, sabuk pengaman di setiap bangku, serta dirancang untuk memungkinkan penumpang membuka laptop.
Elly menyatakan, di dalam bus tidak disediakan pegangan untuk penumpang berdiri karena semua penumpang harus duduk. Kapasitas bus berjumlah 30 kursi.

“Dengan tarif dan fasilitas itu, dari hasil survei, 80 persen (warga perumahan) mengatakan mau naik angkutan permukiman,” ucap Elly.

Selain empat perumahan tersebut, berikut ini daftar perumahan lainnya yang akan dilayani bus “JR Connexion”

– Bekasi: Lippo Cikarang, Grand Wisata, Perumahan Galaxy.

– Bogor: Bellanova, Botani Square.

– Cibubur: Kota Wisata, Legenda Wisata, Puri Sriwedari, Cibubur Residence, Cibubur Country, Harvest City, Metland Transyogie, dan Kenari Nusantara.

– Depok: Pesona Khayangan.

– Serpong: BSD City, Bintaro Jaya.

– Tangerang: Lippo Village Karawaci.
Penulis : Ridwan Aji Pitoko
Editor : Hilda B Alexander

 

Sumber: properti.kompas.com

Harga Rendah, Rumah Jadi Properti Primadona di TangerangTEMPO.CO, Bandung – Kota Tangerang, Banten, berada di urutan ketiga dari lima daerah yang mengalami kenaikan harga properti terpesat di Indonesia sepanjang 2016. Berdasarkan data UrbanIndo, situs jual-beli properti di Indonesia yang berkantor di Bandung, kenaikan harga tanah menjadi yang tertinggi. Perumahan pun jadi buruan.

Harga tanah di Kota Tangerang rata-rata naik menjadi Rp 10,75 juta, median Rp 11,88 juta per meter. Harga rumah rata-rata Rp 9,71 juta per meter, median Rp 9,37 juta per meter persegi. Sedangkan harga apartemen rata-rata Rp 17,56 juta per meter, median Rp 18,39 juta per meter.

Dengan harga permintaan yang tergolong rendah, yakni kurang dari Rp 205 juta, subsektor rumah menjadi primadona di Tangerang dengan jumlah pencari mencapai 77,18 persen. Selebihnya memilih apartemen, rumah toko, tanah, bangunan komersial, tempat kos, dan vila.

“Properti incarannya berdasarkan urutan adalah di Kelapa Dua, Pagedangan, Cipondoh, Cikupa, Karawaci, Pinang, dan Cisauk,” kata Public Relation UrbanIndo, Gisela Kanya Prasidha, Senin, 23 Januari 2017.

Daerah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, juga punya daya tarik investor dengan potensi wisatanya. Harga tanah rata-rata sekarang Rp 2,01 juta per meter, median Rp 1,95 juta per meter. Sedangkan harga rumah rata-rata Rp 4,09 juta per meter, median Rp 3,76 juta.

Rumah di Bantul paling banyak dicari, yakni 78 persen dari jumlah properti. Selebihnya mengincar tanah, tempat kos, rumah toko, bangunan komersial, vila, dan apartemen. Daerah incarannya adalah Kasihan, Banguntapan, Bantul, Sedayu, Sewon, Jetis, dan Kecamatan Bantul. “Kisaran harga properti yang diminati pada angka Rp 222-409 juta,” ucap Gisela.

Adapun di Batam, Kepulauan Riau, harga tanah rata-rata Rp 1,8 juta per meter, median Rp 1,5 juta. Sedangkan harga rumah rata-rata Rp 4,45 juta per meter, median Rp 3,85 juta.

Daerah dengan pencarian properti terbesar di Batam adalah Kota Batam, Sekupang, Bengkong, Lubuk Baja, Nongsa, Batu Aji, Sagulung, dan Batu Ampar. Kisaran harga properti yang diminati dan tersedia pada angka Rp 334-639 juta.

ANWAR SISWADI

sumber: bisnis.tempo.co

Atasi Banjir, Cagub Wahidin Janji Bangun Waduk di Periuk TangerangTangerang – Calon gubernur Banten Wahidin Halim berencana membuat waduk atau penampungan air di sepanjang Kali Ledug, Kota Tangerang, jika terpilih nanti. Pembangunan waduk disebut solusi untuk mengatasi banjir yang kerap melanda daerah Perumahan Total Persada, Periuk, Kota Tangerang.

Rencana tersebut datang atas keluhan warga Total Persada, Asep Yuliarto yang mengeluhkan rumahnya kerap dilanda banjir saat musim hujan tiba, Rabu (25/1/2017). Dia menanyakan program pasangan dari cawagub Banten Andika Hazrumy itu untuk mengatasi banjir.

“Selama ini kalau musim hujan, kita selalu khawatir rumah terendam banjir,” ujar Asep kepada Wahidin.

Merespon keluhan warga, Wahidin berjanji akan membuat tandon air sepanjang Kali Ledug baik yang di kabupaten dan Kota Tangerang. Pembangunan penampungan air alias tandon dikatakan Wahidin bisa mengurangi debit air yang berlebih di Kali Ledug saat musim hujan.

“Dengan dibuatkan tandon arus air yang mengalir di Kali Leduk akan berkurang sehingga tidak merendam rumah warga yang ada di perumahan Total Persada dan Periuk,” katanya.

Menurut Wahidin, program pembangunan dan revitalisasi saluran air di daerah Periuk ini sedianya sudah dicanangkan Kementerian PUPR. Namun, belum terealisasi oleh pemerintah provinsi Banten.

“Namun belum didukung oleh Pemerintah Provinsi Banten sehingga tidak jalan. Akibatnya, warga di perumahan Total Persada dan Periuk tetap kebanjiran,” ungkap Wahidin.

Selain itu, cagub yang didukung 7 partai itu mengatakan, program revitalisasi saluran air di daerah Periuk berada di bawah wewenang pemerintah provinsi. Sebab, menurut Wahidin, Kali Ledug yang melintas perumahan Total Persada, Periuk itu membujur dua wilayah, yakni kabupaten dan Kota Tangerang.

“Kalau hanya Wali Kota Tangerang pasti tidak mampu mengatasi banjir. Siapa pun wali kotanya, tidak bisa mengatasi banjir karena Kali Ledug bagian hulunya berada di Kabupaten Tangerang. Nah, untuk menyelesaikan dari kedua Pemda adalah Gubernur Banten,” sebutnya.

“Insya Allah, kalau saya terpilih menjadi Gubernur Banten masalah banjir ini akan terselesaikan,” tuturnya.
(azf/idh)

sumber: news.detik.com

content-cluster-villa-poris-plawadSetelah sukses membangun Perumahan “Cluster Villa Poris Plawad” yang pertama  di daerah Poris Plawad Tangerang Kota maka pada awal tahun 2015 dibangun kembali tahap ke 2 Perumahan baru “Cluster Villa Poris Plawad 2” di daerah Buaran Poris Plawad Tangerang Kota, tentunya dengan Type Minimalis, Modern dan terbaru.
Ingin mengulangi kesuksesan pertama “Cluster Villa Poris Plawad” Pengembang Property PT. Dimitra Karya telah membangun Cluster baru di Tangerang dengan nama Cluster Villa Poris Plawad 2 tentunya dengan type baru, model baru, minimalis dan modern di lingkungan yang asri dan nyaman.

Rumah Cluster baru di Tangerang

Cluster baru di Tangerang Villa Poris Plawad adalah perumahan yang berlokasi di wilayah Poris Plawad, lokasi sangat dekat dengan fasilitas kendaraan umum seperti stasiun kereta api poris plawad, terminal bus poris plawad sangat cocok dan strategis bila ingin akses ke Jakarta – Tangerang – Banten dan luar pulau karena dekat dengan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, maupun ke wilayah sekitar perumahan lainnya seperti, Perumahan Poris, Cipondoh, Taman Royal, Banjar Wijaya Tangerang Banten, dekat pula dengan pusat Bisnis dan Keramaian seperti Mall Balekota, Apartemen, Hotel Allium dan lain sebagainya.

Strategis

Saking pesatnya pembangunan di Kota Tangerang hingga banyak bermunculan pembangunan gedung baru, apartemen baru, perumahan baru, rumah baru di Tangerang maupun Tangerang Selatan.
Pembangunan property, perumahan, cluster murah, mewah, minimalis, sederhana dan unik banyak ditawarkan di kota Tangerang, dari tahun ketahun, membuktikan bahwa perkembangan property di tanah air khususya kota Tangerang sangat baik pertumbuhannya pasa masa kini maupun di masa mendatang.
Kota Tangerang selain terkenal dengan kota Industri seperti pertumbuhan perusahaan baru pabrik baru di tangerang, akan tetapi perumahan murah, real estate, hingga apartemen baru untuk warga lokal maupun asing.
Bagi anda yang sedang mencari perumahan type Cluster baru di Tangerang Cluster Villa Poris Plawad-lah jawabannya, lokasi yang strategis terletak di pusat Kota Tangerang cocok untuk anda pekerja maupun pengusaha yang berjiwa dinamis, optimis dan maju. Segera Booking perumahan type baru JILID 2 persembahan dari Pengembang PT. Dimitra Karya “Cluster Villa Poris Plawad 2” yang sudah berpengalaman dan dipercaya.

Terima kasih.
www.idrissanjayaproperti.web.id

Kontak saya

Kontak Saya:
HP1: 085706962331
HP2: 085719787674
BBM: 52a439d9
Email:
kontak@idrissanjayaproperti.web.id

Listing

Miliki rumah tinggal di Cluster Pinang Mansion Strategis Lengkap Lingkungan Sudah Jadi, Cluster berada dalam lingkungan komplek...Read More→

-6.220128,106.692523/
Rp. 600.000.000,-

Recent Comments